Let's Explore IT !

Kata mbah Bardolo, IT tidak hanya teknik.. IT tidak hanya sains..
Tetapi IT adalah juga seni, humanisme dan cinta....

Thursday, 8 December 2011

Menulis itu Mudah dan Menguntungkan

Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan "Mengarang Itu Gampang" dalam sebuah bukunya. Seratus lima puluh persen saya setuju dengan apa yang disampaikan Arswendo tersebut. Yang dalam konteks ini saya lebih suka mengatakan bahwa menulis itu "mudah" dan bahkan juga "menguntungkan”. Seringkali tidak terpikirkan bahwa sesuatu yang sebenarnya terlihat sepele, bisa saja ditulis menjadi sebuah buku yang menarik dan prospektif untuk dipasarkan.

Saya teringat dengan isteri saya hobby masak. Seringkali dia bereksperimen membuat resep-resep baru yang tujuannya hanya satu, yaitu sekedar “hobby”. Menyenangkan suami dengan masakan-masakan yang enak, mungkin menjadi tujuan yang kesekian setelah tujuan hobby tersebut. Sedangkan bagi saya, meskipun cukup senang karena mendapatkan hasil eksperimen yang membuat lidah bergoyang, tetapi tak urung hobby isteri tersebut membuat dapur kami “ngebul” melampaui budget. Akhirnya saya ingat hobby saya menulis buku. Dan muncullah satu ide konyol yaitu membuat hobby yang membutuhkan banyak biaya itu mampu membiayai dirinya sendiri. Caranya? Kumpulkan saja resep-resep menarik dari isteri saya dan lakukan satu hal: jadikan mereka sebuah buku !! Dan ternyata berhasil. Hobby masaknya dapat terus dilakukan tanpa terhambat oleh minimnya budget dari saya. Tetapi ia telah berhasil membiayai sendiri hobby-nya itu. Dan kini bertambah satu lagi hobby isteri saya. Yaitu duduk di depan komputer dan membuat buku resep masakan.

Banyak hal yang bisa ditulis menjadi sebuah buku. Mulai dari hobby, pengalaman pribadi atau tentang ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya. Maka jika Anda adalah orang yang menguasai satu bidang tertentu, menguasai profesi Anda, memiliki hobby yang menarik, memiliki kemampuan khusus yang layak jual, maka peluang menjadi penulis buku yang berhasil ada di tangan Anda.

Pekerjaan atau profesi Anda pun sangat layak untuk dibukukan karena sudah pasti ada peminatnya. Di Indonesia sudah banyak terdapat profesi yang berkembang dari waktu ke waktu. Tetapi buku-buku tentang profesi tersebut terhitung masih belum banyak. Beberapa profesional yang telah mencoba menguak tabir profesi yang mereka lakukan, seperti misalnya Ratih Sanggarwati yang menulis Kiat Menjadi Profesional (2003), Ida Kuraeny menulis buku tentang agen asuransi yang berjudul Membuat Impian menjadi Kenyataan (2003), Paulus Winarto yang seorang wartawan menulis How to Handle the Journalist (2004) dan lain sebagainya.

Atau meskipun tidak memiliki suatu keahlian khusus, tetapi jika Anda memiliki suatu pengalaman atau kisah hidup yang menarik, juga prospektif untuk dituliskan menjadi sebuah buku. Ambil contoh seperti kisah penyanderaan Ersa Siregar dan Ferry Santoro oleh GAM, atau penyanderaan Meutia Hafid dan Budianto oleh pejuang Irak, bisa ditulis menjadi sebuah buku yang menarik.

Walaupun banyak hal yang bisa ditulis menjadi sebuah buku, tetapi yang menjadi masalah adalah jarang orang yang mau (bukan “mampu”) memulai menindaklanjuti ide-ide prospektif yang sebenarnya mereka miliki untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan. Atau mungkin ada yang ingin memulai menulis, tetapi dikalahkan terlebih dahulu dengan rasa ketakutan tentang banyak hal. Seperti misalnya apakah tema itu layak dibukukan? Bagaimana menggali bahannya? Bagaimana menyusun bahasa yang menarik? Bagaimana jika nanti kehabisan ide di tengah penulisan? Apakah nanti penerbit mau menerbitkan? Dan sebagainya. Akhirnya calon penulis tersebut “KO” sebelum bertanding.

Mulailah dengan Outline
Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar tentang “bagaimana kita memulai untuk mengarang?”, ternyata masih sangat relevan untuk diterapkan pada pertanyaan “bagaimana kita memulai untuk menulis buku?”. Jawaban pertanyaan itu adalah membuat kerangka karangan. Atau jika dalam konteks menulis buku, buatlah outline terlebih dahulu.
Outline berisikan butir-butir pemikiran, atau peta ide tentang jalan cerita dalam sebuah buku. Dalam membuatnya mungkin tidak harus sekali jadi. Karena ide-ide yang berserakan di dalam kepala kita, terkadang selalu berkembang dalam menyusun gagasan yang akan dituangkan.
Membuat coretan-coretan dengan pensil di atas kertas, menjadi salah satu solusi terbaik dalam upaya membuat outline tersebut. Ide yang menarik, bisa saja muncul dengan tiba-tiba ketika kita sedang sibuk melakukan aktivitas kita. Dan jika kita tidak mendokumentasikan ide tersebut secara langsung, bisa saja ide itu lenyap dengan tiba-tiba dari ingatan kita. Saya jadi ingat salah satu dosen saya sewaktu masih kuliah, Pak Budi Sutejo Dharma Oetomo yang juga salah satu penulis produktif di Yogyakarta, yang mengajarkan saya untuk membawa pensil dan seberkas kertas buram yang telah di streples ke mana-mana untuk mengantisipasi ide-ide brillian yang terkadang muncul secara tidak terduga waktu dan tempatnya. Ketika ide itu muncul, lakukan kristalisasi ide tersebut melalui proses membayangkan, mengingat-ingat, terus bertanya tentang “what and how”, dan tuangkan apapun yang anda pikirkan tentang ide tersebut dalam lembar-lembar kertas. Tulisan bisa saja dalam kalimat-kalimat pendek, belum tertata, tetapi gagasan mendasar sudah diperoleh.

Jika tidak bisa langsung dilakukan saat itu, maka di lain kesempatan Anda bisa lebih memfokuskan perhatian pada coretan-coretan itu. Lakukan analisis dan upayakan penulisan secara terstruktur dan rapi, mulai membentuk sebuah alur cerita dari bab ke bab atau dari bagian ke bagian, cari benang merah diantara gagasan-gagasan tersebut. Hasil dari tulisan yang lebih terstruktur itulah yang disebut dengan outline. Jangan lupa menentukan judul yang tepat setelah outline selesai tersusun.

Eksplorasi Bahan Penulisan
Outline yang baik, harus bisa membimbing Anda menjabarkan pikiran-pikiran Anda dan mudah untuk dikembangkan menjadi karangan yang lengkap. Outline juga sebaiknya mampu menggambarkan apa permasalahan utama yang sedang di bahas, bagaimana pendekatannya, bagaimana menganalisa dan langkah apa yang dilakukan dalam melakukan solusi pemecahan masalah.

Setelah menyusun outline, langkah selanjutnya adalah mengembangkan butir-butir pemikiran yang sudah tertuang dalam outline tersebut. Ada banyak tindakan yang bisa dilakukan untuk mengeksplorasi bahan penulisan dalam mengembangkan outline. Seperti misalnya mencari referensi dengan artikel atau buku lain dan melakukan wawancara dengan nara sumber.
Teknik Penulisan

Beberapa penerbit tidak mewajibkan penulisnya mengetik menggunakan aplikasi komputer seperti MS Word atau Open Office, misalnya. Asalkan naskahnya prospektif dari berbagai sudut pandang untuk diterbitkan, penulisan yang dilakukan dengan tangan-pun bisa diterima untuk diterbitkan. Tetapi seiring perkembangan teknologi, penulisan menggunakan aplikasi komputer tersebut juga merupakan faktor penting untuk pertimbangan diterimanya sebuah naskah buku. Hal itu cukup penting karena akan memudahkan penerbit dalam melakukan editorial dan setting layout buku yang akan diterbitkan.

Untuk penulisan menggunakan aplikasi komputer, beberapa penerbit besar biasanya menyediakan template penulisan yang dapat di download dari situsnya (misalnya Elexmedia dengan http://www.elexmedia.co.id/ atau Penerbit Andi dengan http://www.andipublisher.com/ ). Dengan tersedianya template, Anda tidak perlu susah-susah melakukan layout page, memilih jenis dan model tulisan, memilih font heading, bentuk penulisan tabel dan gambar dan lain sebagainya, karena itu semua sudah diatur pada template yang disediakan.

Dari sisi content penulisan, naskah yang hendak diterbitkan hendaknya meliputi hal-hal seperti Pengantar, Daftar Isi, Sinopsis/ringkasan/abstrak tentang Penulis, isi per bab secara urut dan lengkap, Daftar Pustaka dan bila ada: lampiran, tabel, listing program, Indeks, atau jika perlu sambutan tokoh terkemuka yang berkaitan dengan naskah yang ditulis yang bila ada akan menambah nilai pasar.

Akhiri Dengan Indah
Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari menulis buku. Yang pertama, tentunya adalah manfaat ekonomis dengan adanya royalti. Royalti adalah hak memperoleh keuntungan hasil dari penjualan buku bagi penulis. Pada umumnya, penerbit memberikan royalti sebesar 10% dari hasil penjualan buku yang telah terbayar selama periode tertentu.
Perhatikan contoh perhitungan royalti berikut ini. Sebuah buku diterbitkan dengan harga buku = Rp. 25.000,-, dicetak dengan oplah 5.000 eks. Jika sampai pada bulan Juni 2005 buku tersebut terjual 2000 eksemplar, maka pada awal bulan Juli, penulis akan menerima royalti sebesar Rp. 5.000.000,- dikurangi PPN 10% (Rp. 500.000,-) menjadi Rp. 4.500.000,-. Lumayan bukan ?

Keuntungan lain yang diberikan penerbit yaitu bila pengarang membeli hasil karyanya sendiri akan diberi discount (pembelian langsung ke penerbit). Discount untuk pengarang 20%, minimum 10 eks. Kemudia juga pada saat buku terbit, pengarang mendapat lima buku sebagai bukti penerbitan. Belum lagi keuntungan non profit yang diperoleh. Seorang Dosen misalnya, sangat membutuhkan karya penulisan yang berupa buku, untuk digunakan pada proses kenaikan Jabatan Fungsional. Kredit point yang diberikan untuk penulisan buku sangat tinggi, melebihi point-point yang lainnya.

Anda tahu Dr. Richardus Indrajit, seorang pakar e-government. Gelar non formal yang diperoleh dan diakui masyarakat sebagai pakar e-government tersebut diperolehnya setelah dia menulis tentang e-Government di salah satu penerbit di Yogyakarta. Sejak itu undangan ceramah dan seminar sering diterimanya baik dari kalangan akademisi maupun pemerintah untuk berbicara tentang salah satu implementasi teknologi informasi tersebut mengalir dari waktu ke waktu. Atau Pak Abul Kadir? Dalam satu kesempatan yang disampaikan, dia sempat mengaku dapat menempuh studi Doktoral di luar negeri, salah satunya adalah karena royalti dari penulisan buku-bukunya. Dr. Onno Purbo, apalagi. Pakar Internet yang juga penasehat ahli dari Pointer, tokoh yang rela meninggalkan jabatan PNS di ITB untuk mengembangkan sendiri profesionalitasnya, jga mengaku mendapat hikmah yang luar biasa dari menulis buku. Saya? Meski saya bukan apa-apa, tetapi utang-utang saya, cicilan kendaraan saya, bisa lunas juga salah satunya karena buku.

Terima kasih, buku :-)

Artikel ini pernah di posting 12 Mei 2005 di blog lama saya http://teguhsalatiga.blogspot.com/

Mbah Surip dan Isteriku

Beberapa hari yang lalu saya sempet sedikit "otot-ototan" sama isteri.. Gara-garanya seperti biasa. Isteri sedikit tegangan tinggi karena melihat aku di depan laptop sampai larut malam dengan hanya ditemani secangkir kopi . Maksudnya sih baik.. mengingatkanku bahwa kata dokter, manusia butuh waktu 6-8 jam untuk tidur normal setiap harinya. Tepat di saat yang "genting" itu, di TV muncul tayangan infotainment yang menampilkan wawancara eksklusif dengan MBAH SURIP. Kebetulan saat itu mbah Surip ditanya "Apa resep Mbah Surip untuk menjaga kesehatan?". Dan jawabnya sungguh diluar dugaan. Resep menjaga kesehatan mbah Surip adalah "Kurangi Tidur dan Perbanyak Minum Kopi.."

Hahahaha... aku pun tertawa ngakak ala mbah Surip. Dan langsung aku bilang sama isteriku "Denger tuh resep sehat ala Mbah Surip.. Kurangi Tidur, dan Perbanyak Minum Kopi..". Mendengar itu, isteriku pun ngacir ke tempat tidurnya dan tidak lagi ngomel-ngomel kepadaku. Mungkin dalam hati dia marah-marah sama mbah surip yang telah menjadi "pembela" ku. Thanks mbah Surip, saat itu engkau menjadi penyelamatku.

Isteriku (dan aku) memang termasuk pecinta berat dengan lagu-lagu eyang yang satu itu. Kita juga termasuk pengagum beberapa filosofi hidup dari mbah surip yang melihat betapa sederhana-nya hidup ini. Jadi ketika "tips menjaga kesehatan" itu diluncurkan mbah Surip, isterikupun tidak banyak membantahnya. Meski aku tahu hatinya sedikit mendongkol karena merasa ada yang mbela-in aku.

Dan ketika hari ini berita mengejutkan itu kami dengar di TV, bahwa Eyang Fenomenal itu "tiba-tiba" pergi menghadap sang Khalik, isterikupun tertegun. Entah apa yang dipikirkan. Mungkin saja dalam hatinya ia bilang "Tuh pa.. Mulai sekarang papa harus perbanyak jam tidur dan kurangi minum kopi.."

Terima kasih isteriku.. aku tahu maksudmu.. :-)
Dan Selamat Jalan Mbah Surip... Bagaimanapun engkau pernah menolong aku..
Terakhir buat programmer dan facebooker Indonesia : kalau lebur harap ingat waktu.. dan tetap jaga kesehatan... peace

Pojok Cerita lainnya :

Thursday, 1 December 2011

About Me - Teguh Wahyono

My name is Teguh Wahyono, lecturer at the Faculty of Information Technology, Satya Wacana Christian University. I received my S1 degree in Informatics Engineering from UKDW Yogyakarta (1998), Master of Computer Science from Gadjah Mada University (2011) and Doctor of Computer Science from Bina Nusantara University (2020).

My teaching interest are information system analysis, software engineering and artificial intelligence. My research interest are  spatial data mining, machine learning and deep learning. My hobby is reading, writing and blogging. I read story books, magazines, newspapers and any kind of material that I find interesting. For me, blogging is my inexpensive hobby. Blogging takes up most of my free time and costs me nothing.

Another Profile
Award
  • Best Poster (2nd Winner), Artificial Intelligence Summit 2020, BPPT Republik Indonesia.
  • The Best Paper Award, from IEEE International Conference on Applied Computer and Communication Technologies, for the paper entitled "Software Complexity Measurement of Water Poverty Mapping Application with Function Point Method"  in May 17-18, 2017, Jakarta, Indonesia. 
  •  Australia Award Fellowship, Building Technological and Pedagogical Content Knowledge in Teacher Educators, University of The Sunshine Coast, Australia, 20 April – 15 May 2015.
  •  Gold Medal in the Poster Contest at  Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2008 as  Supervisor Lecture. 
Training and Certification 

  • Artificial Intelligence Fundamental Certified (Microsoft Certified - Azure AI Fundamental), 2021. 
  • Software Development Certificate of Competence, from Professional Certification Body of Informatics, Indonesian Professional Certification Authority, 2019. 
  • Machine Learning & Data Mining, IT Training Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, 27-29 Oktober 2017.
  • Specialist of Deep Learning Technique, IIAI Artificial Intelligence Research Workshop, International Institute of Applied Informatics Japan, 25-27 July 2017.
  • Java Foundation Program, Profesional Development Oracle Academy Course, Jakarta, 17-21 April 2017. 
  • Australia Award Fellowship : Building Technological and Pedagogical Content Knowledge in Teacher Educators, University of The Sunshine Coast, Australia, 2015.
  • Rational Rose : System Analyst and Design, by Inixindo Yogyakarta, 2013.
  • Microsoft Official Course MOC 1064A : Developing Web Applications, by Inixindo-Microsoft Partner, 2012
  • Seagate Certified Enginer Program dari Seagate International Academic Program, 2006.
  • Java Game Development Training di Salatiga Camp, Salatiga tahun 2005
Job Experience
  • Vice Rector for Finance and Administration, UKSW (2013-2016).
  • Vice of Dean, Faculty of Information Technology UKSW  (2013).
  • Manager, Bureau of Technology and Information System UKSW (2011-2013).
  • Head of Informatics Engineering Program,  Program Profesional UKSW (2006-2008).
  • Head of Computer Laboratory, Program Profesional UKSW (2004-2006)
  • IT Specialist, PT.Cooperative Business International Indonesia, in afilliation with Cooperative League of USA (1999-2002).
  • Finance and Administration Manager, Cooperativa dos Logistas Dili Timor Lorosae (2001-2002). 
  • IT System Advisor di International Rescue Committe Dili, Timor Leste (Tahun 2001).
Publication (last 5 years)
Research Grant (last 5 years)
  • Hibah Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT Dikti) tahun 2021 dengan judul Model Pelaporan Keuangan Koperasi Terintegrasi Berbasis Mobile ntuk Peningkatan Kinerja Koperasi Menuju Era Koperasi Digital Pasca pandemi COVID-19 sebagai Ketua.
  • Hibah Penelitian Fundamental UKSW 2016 (Pemetaan Kinerja Koperasi Berbasis TI dengan Penerapan Enterprise Service Bus untuk Peningkatan Manajemen Pengawasan) sebagai Ketua.
  • Hibah PUPT Dikti 2015 (Desain Sustainable Development Sebagai Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Sumber Daya Air) sebagai anggota.
  • Hibah Bersaing Dikti 2014-2015 (Pengembangan Model Mitigasi Resiko Kredit Berbasis Komputasional untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Resiko bagi Koperasi) sebagai Ketua.
  • Hibah PUPT Dikti 2013-2015 (Model Budidaya Pertanian Desa Berbasis Local Wisdom dan Local Knowledge di Jawa Tengah : Upaya Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim) sebagai anggota.
  • Hibah Bersaing Internal UKSW 2013 (Pengembangan Media Kolaborasi Virtual dalam Aplikasi Satya Publisher Berbasis IOS) sebagai anggota.
  • Penelitian Pemkab Sumba Tengah 2012 (Studi Kelayakan Pemekaran Kecamatan di Kabupaten Sumba Tengah, Bidang Kajian : Sarana Prasarana dan Teknologi).
My Book (Most Popular)

 

     

   

----------------------------------------------------
(c) www.teguhwahyono.net

Teguh Wahyono
Fakultas Teknologi Informasi
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW)
Salatiga

email : teguh.wahyono@staff.uksw.edu

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India