Hari Jumat 5 Maret 2015 kemarin, agak kaget dan sedikit terbengong-bengong ketika mendapat
comment tag dari FB pak Adi Nugroho, salah satu dosen FTI UKSW yang juga penulis handal buku-buku bidang TI. Dalam tag-nya pak Adi mengatakan bahwa saya menjadi bagian dari 500 ilmuwan Indonesia yang di rangking oleh Webometrics.
Ahh.. yang benar saja pak.. pikir saya antara percaya nggak percaya. Setelah mencoba menelusur link yang di
attach pak Adi, ternyata memang Webometric sudah dan sedang menambah fitur perangkingan terhadap ilmuwan dunia yang disebut dengan istilah
Top Scientist - 556 Highly Cited Researchers.
Dalam laman tersebut, Webometrics menampilkan 556 ilmuwan dunia yang karya ilmiahnya paling banyak dirujuk oleh peneliti-peneliti lain. Tak tanggung-tanggung, ada nama seperti
Sigmund Freud yang dikenal sebagai bapak
psychoanalysis dunia, Eugene Braunwald (
American cardiologist), Ronald C. Kessler (
professor dari Harvard University) dan nama-nama beken lainnya.
Ranking of Indonesian Scientist versi Webometric
Webometrics ternyata juga memasang laman yang bertajuk "
Ranking of scientists in Indonesian Institutions according to their GSC public profiles". Dan yang aneh, bisa-bisanya saya masuk dalam daftar tersebut. Tertulis rangking 157 dari 500 ilmuwan Indonesia yang karyanya banyak dirujuk oleh peneliti-peneliti lain. Weew.. sama sekali nggak nyangka dan sekali lagi masih terbersit pernyataan dihati "
Ah.. yang benar saja..".
Pada daftar tersebut, juga terdapat nama 2 teman dosen lain dari UKSW yaitu Pak Priyo Hari Adi (257) dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan Pak Adi Nugroho (95) dari Fakultas Teknologi Informasi. Dalam penjelasan yang disampaikan Webometrics, perangkingan tersebut dibangun dengan data yang dikumpulkan selama minggu keempat bulan Februari 2015 dari
public profiles peneliti yang bekerja pada lembaga-lembaga akademik dan riset di Indonesia. Webo juga menyatakan bahwa pemeringkatan tersebut masih BETA berdasarkan
Google Scholar citation database. Webometrics bahkan menyadari kemungkinan masih ada kesenjangan dalam daftar yang disampaikan sehingga mengundang peneliti untuk memberi masukan tentang hal tersebut. Webo juga akan selalu memperbaiki pemeringkatan tersebut dari waktu ke waktu.
Thomson Reuters: Riset Indonesia Sedikit, Tetapi banyak Dikutip
Mengutip catatan
Thomson Reuter (2012), riset Indonesia memang masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jumlah publikasi riset Indonesia bahkan tergolong kedua terendah se-Asia Tenggara. Namun, berdasarkan jumlah riset yang disitasi, Indonesia nomor tiga se-Asia Tenggara. Hal tersebut berarti bahwa jumlah riset di Indonesia sedikit, tetapi berkualitas.
Berdasarkan jumlah
citation, negara yang memiliki riset berkualitas di Asia Tenggara adalah Singapura, Filipina, dan Indonesia. Malaysia bahkan berada tergolong terendah di Asia Tenggara.
Thomson Reuters juga menganalisa bahwa riset Indonesia didominasi oleh bidang ilmu hewan dan tanaman, medis atau kedokteran, lingkungan, geologi, dan pertanian. Sementara itu, hasil riset yang paling banyak dikutip adalah bidang ilmu sosial dan humaniora, medis, pertanian, lingkungan, ekologi, dan imunologi.
Bagi saya pribadi, sebenarnya nggak terlalu penting untuk masuk atau nggak masuk dalam daftar Webometrics seperti di atas. Apalagi masih banyak peneliti-peneliti lain yang sebenarnya jauh lebih mumpuni. Mungkin karena mereka belum ter-
record saja.
List ini khan hanya berdasarkan
Google Scholar. Jadi yang lebih penting adalah bahwa jika karya saya bisa berguna bagi orang lain saja, itu sudah sesuatu banget... :-)
::
Catatan ringan tengah dinginnya Kaki Merbabu, 6 Maret 2015 ::
Artikel Terkait :