Let's Explore IT !

Kata mbah Bardolo, IT tidak hanya teknik.. IT tidak hanya sains..
Tetapi IT adalah juga seni, humanisme dan cinta....
Showing posts with label Pojok Cerita. Show all posts
Showing posts with label Pojok Cerita. Show all posts

Wednesday, 6 December 2017

[Computer Science] Fenomena Cryptocurrency: Mata Uang Digital Berbasis Ilmu Kriptografi

Sumber Gambar : Bitcoin.Com
Bitcoin yang bikin heboh. Tetapi kali ini saya tidak ingin membahas tentang bagaimana heroiknya Bitcoin menembus nilai setara dengan lebih dari 180 juta rupiah. Saya ingin coba ngulik dari sisi kriptografi-nya, sebagai bagian dari ilmu komputer. Siapa tahu ada dari antara para mahasiswa di Jurusan Teknik Informatika yang tertantang untuk mengembangkan atau setidaknya melakukan penelitian tentang mata uang virtual ini. Mengapa tidak? Toh saat ini sudah berkembang berbagai mata uang virtual yang dikembangkan oleh para programmer-programmer dari berbagai belahan dunia, yang tentu ingin mengekor kesuksesaan sang legendaris Bitcoin. 

Dulu ketika pertama kali mendengar kata "Cryptocurrency", saya berfikir ini adalah cabang ilmu dari Cryptography, yang tentu juga merupakan bagian Computer Science. Sehingga sayapun segera tertarik untuk membaca dan mempelajarinya. Tetapi setelah membaca satu dua paper, ternyata berbeda dengan yang saya fikirkan sebelumnya, meskipun memang ada kaitannya. Tidak menyangka saja, bahwa saat ini Cryptocurrency berkembang dengan pesat, meski membawa pro dan kontra dalam penerapannya.

Cryptocurrency ternyata adalah mata uang digital yang penerapannya bersumber pada ilmu kriptografi. Kriptografi sendiri pada awalnya merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara untuk mengamankan sebuah komunikasi, yang akhirnya berkembang ke berbagai aspek dalam keamanan informasi seperti pengiriman data rahasia, integritas data, autentikasi, pengamanan password dan sebagainya.

Lalu bagaimana Kriptografi diterapkan dalam Cryptocurrency?

Yang pertama adalah adanya digital signatures. Sebagaimana segala bentuk transaksi di bank yang membutuhkan tanda tangan, maka demikian juga dengan transaksi dalam cryptocurrency. Dan tentu saja bukan tandatangan konvensional yang dibutuhkan, tetapi tandatangan digital. Digital Signature adalah alat yang berfungsi sebagai penanda pada data, yang memastikan bahwa data tersebut adalah data yang sebenar-benarnya. Digital Signature dibuat setidaknya untuk memenuhi dua syarat utama sebuah keamanan jaringan, yaitu Authenticity dan Non-repudiation.


Sumber: www.blockgeeks.com

Autenticity, berarti tanda tangan digital harus memberikan verifikasi. Tanda tangan tersebut harus bisa memastikan bahwa kita-lah orang yang benar-benar menandatangani dokumen. Harus tidak bisa dipalsukan. Tidak ada orang lain yang bisa memalsukan dan menyalin tanda tangan kita.
Non-repudiation,artinya anti-penolakan. Jika Anda telah menandatangani sesuatu dengan tanda tangan Anda, maka Anda seharusnya tidak dapat mengambilnya kembali atau mengklaim bahwa orang lain telah melakukannya bukan Anda.

Dalam dunia nyata, betapapun rumitnya sebuah tanda tangan, ternyata selalu ada kemungkinan pemalsuan. Untuk itulah kriptografi memberi kita solusi melalui konsep digital signature yang dilakukan melalui penggunaan "kunci". Digital Signature bekerja dengan memanfaatkan dua buah kunci, yaitu kunci publik (public key) yang digunakan untuk mengenkripsi data, serta kunci privat (private key) yang digunakan untuk mendekripsi data. Cara kerjanya adalah dokumen di-hash menghasilkan Message Digest, lalu  Message Digest dienkripsi oleh kunci publik menjadi sebuah Digital Signature.

Yang kedua, Public Key inilah kemudian digunakan sebagai identitas, yaitu identitas seorang pelaku dalam sistem. Jadi jika kita melihat pesan yang disertai digital signature dibawah sebuah public key, maka public key itulah pelaku yang berkata dalam pesan tersebut. Tak heran ketika sebuah artikel di Bloomberg belum lama ini menyebutkan seorang pengguna mata uang virtual (cryptocurrency) menghasilkan kekayaan Rp 3,7 triliun dalam waktu satu bulan dari jumlah semula yang hanya Rp 733 miliar, dan kemudian muncul pertanyaan siapakah orang beruntung tersebut? Yang muncul kemudian hanya identitas yang berupa sederet kombinasi angka dan huruf rumit  "0x00A651D43B6e209F5Ada45A35F92EFC0De3A5184". Waduh, siapakah dia sebenarnya? Tidak ada yang tahu, meskipun ada yang menengarai orang tersebut berasal dari Indonesia. (Monggo yang mau cekidot Link artikel Bloomberg).

Sumber :https://www.ssl2buy.com/wiki
Berikutnya adalah Enkripsi data. Enkripsi adalah metode dalam kriptografi yang digunakan untuk mengirim pesan rahasia. Enkripsi merupakan proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus (wikipedia). Dalam konteks ini, perangkat lunak cryptocurrency mengenkripsi setiap transaksi yang terjadi didalamnya. Dengan enkripsi data, pengirim dan penerima teridentifikasi hanya melalui sebuah rangkaian kode. Pembeli dan penjual dalam model ini tetap tidak diketahui, meskipun pelaku bisa melihat pergerakan koin dari pengirim satu ke penerima yang lain.

Jika anda ingin belajar lebih lanjut tentang ilmu dibalik Cryptocurrency ini, bisa cekidot link berikut : The Science Behind Cryptocurrencies Cryptography. Ayo, siapa tertantang menciptakan mata uang virtual sendiri?


Sunday, 5 April 2015

Masuk dalam 200 Ilmuwan Indonesia versi Webometrics? Ah, yang benar saja..

Hari Jumat 5 Maret 2015 kemarin, agak kaget dan sedikit terbengong-bengong ketika mendapat comment tag dari FB pak Adi Nugroho, salah satu dosen FTI UKSW yang juga penulis handal buku-buku bidang TI. Dalam tag-nya pak Adi  mengatakan bahwa saya menjadi bagian dari 500 ilmuwan Indonesia yang di rangking oleh Webometrics.  Ahh.. yang benar saja pak.. pikir saya antara percaya nggak percaya. Setelah mencoba menelusur link yang di attach pak Adi, ternyata memang Webometric sudah dan sedang menambah fitur perangkingan terhadap ilmuwan dunia yang disebut dengan istilah Top Scientist - 556 Highly Cited Researchers.

Dalam laman tersebut, Webometrics menampilkan 556 ilmuwan dunia yang karya ilmiahnya paling banyak dirujuk oleh peneliti-peneliti lain. Tak tanggung-tanggung, ada nama seperti Sigmund Freud yang dikenal sebagai bapak psychoanalysis dunia, Eugene Braunwald (American cardiologist), Ronald C. Kessler (professor dari Harvard University) dan nama-nama beken lainnya.

Ranking of Indonesian Scientist versi Webometric

Webometrics ternyata juga memasang laman yang bertajuk "Ranking of scientists in Indonesian Institutions according to their GSC public profiles". Dan yang aneh, bisa-bisanya saya masuk dalam daftar tersebut. Tertulis rangking 157 dari 500 ilmuwan Indonesia yang karyanya banyak dirujuk oleh peneliti-peneliti lain. Weew.. sama sekali nggak nyangka dan sekali lagi masih terbersit pernyataan dihati "Ah.. yang benar saja..".


Pada daftar tersebut, juga terdapat nama 2 teman dosen lain dari UKSW yaitu Pak Priyo Hari Adi (257) dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan Pak Adi Nugroho (95) dari Fakultas Teknologi Informasi.  Dalam penjelasan yang disampaikan Webometrics, perangkingan tersebut dibangun dengan data yang dikumpulkan selama minggu keempat bulan Februari 2015 dari public profiles peneliti yang bekerja pada lembaga-lembaga akademik dan riset di Indonesia. Webo juga menyatakan bahwa pemeringkatan tersebut masih  BETA berdasarkan Google Scholar citation database. Webometrics bahkan menyadari kemungkinan masih ada kesenjangan dalam daftar yang disampaikan sehingga mengundang peneliti untuk memberi masukan tentang hal tersebut. Webo juga akan selalu memperbaiki pemeringkatan tersebut dari waktu ke waktu.

Thomson Reuters: Riset Indonesia Sedikit, Tetapi banyak Dikutip

Mengutip catatan Thomson Reuter (2012), riset Indonesia memang masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jumlah publikasi riset Indonesia bahkan tergolong kedua terendah se-Asia Tenggara. Namun, berdasarkan jumlah riset yang disitasi, Indonesia nomor tiga se-Asia Tenggara. Hal tersebut berarti bahwa jumlah riset di Indonesia sedikit, tetapi berkualitas.
Berdasarkan jumlah citation, negara yang memiliki riset berkualitas di Asia Tenggara adalah Singapura, Filipina, dan Indonesia. Malaysia bahkan berada tergolong terendah di Asia Tenggara.
Thomson Reuters juga menganalisa bahwa riset Indonesia didominasi oleh bidang ilmu hewan dan tanaman, medis atau kedokteran, lingkungan, geologi, dan pertanian. Sementara itu, hasil riset yang paling banyak dikutip adalah bidang ilmu sosial dan humaniora, medis, pertanian, lingkungan, ekologi, dan imunologi.

Bagi saya pribadi, sebenarnya nggak terlalu penting untuk masuk atau nggak masuk dalam daftar Webometrics seperti di atas. Apalagi masih banyak peneliti-peneliti lain yang sebenarnya jauh lebih mumpuni. Mungkin karena mereka belum ter-record saja. List ini khan hanya berdasarkan Google Scholar. Jadi yang lebih penting adalah bahwa jika karya saya bisa berguna bagi orang lain saja, itu sudah sesuatu banget... :-)

:: Catatan ringan tengah dinginnya Kaki Merbabu, 6 Maret 2015 ::

Artikel Terkait :

Thursday, 6 June 2013

Presbikusis : Sharing Buat Sahabat yang Punya Ibu Lanjut Usia

Images from diemazcaeem.blogspot.com
Ini adalah catatan yang pernah saya tulis dua tahun yang lalu di bulan yang sama... Sekedar sharing buat sahabat yang punya ibu lanjut usia. Mungkin punya pengalaman yang sama.. 

Beberapa hari ini aku cukup panik melihat ibuku yang sedang stress.. Ibuku yang mendekati usia pensiun sebagai guru (60 tahun), stress dan depresi.. Bukan karena ia mau pensiun, tetapi karena telinganya berdenging keras setiap hari. Sudah diupayakan berbagai cara mulai dari penanganan tradisional (dikebuli nasi anget) sampai treatment medis melalui dokter. Saking stressnya, dokternya pun cari sana-sini. Mulai dari dokter Puskesmas, dokter Rumah sakit sampai dokter spesialis THT di Sragen. Dan anehnya, setiap dokter memiliki penanganan yang berbeda-beda. Ada yang memberi tetes telinga, ada yang menganjurkan di rendam air, dan banyak lagi.. Dan anehnya, dokter THT disana pun hanya makin membuat ibu stres saja dengan mengatakan "Ya sudah.. Ibu banyak berdoa saja.. Penyakit kan pemberian Tuhan". Wow.. mendengar jawaban santai seperti itu, ibupun makin panik dan telinganyapun makin hari makin tambah berdenging dan berdenging (menurut dia, sih)...

Filosofi Jawa mengatakan, telinga berdenging memiliki banyak arti. Ada yang mengatakan bahwa yang bersangkutan sedang dipergunjingkan orang. Ada yang mengatakan bahwa itu adalah peringatan dari Tuhan tentang kesalahan yang telah diperbuatnya. Banyak filosofi yang membuat ibu semakin bingung. Segala kegiatan yang "beresiko", satu persatu di tanggalkannya. Mulai dari bendahara BOS di Sekolah tempat beliau kerja, sampai pada Bendahara PKK di kampungnya. Meski ibu dikenal "jujur" sehingga menjadi bendahara dimana-mana, tetap saja ia takut menjalankan lagi pekerjaan beresiko itu.. Takut mendapat peringatan yang "lebih" lagi dari Tuhan setelah telinga berdenging itu.

Suatu hari ketika aku mengunjunginya, ibuku terlihat makin kusut. Berat badannya menurun sampai 5 kg. Wajahnyapun jarang sekali tersenyum, padahal di hari-hari biasa, beliau adalah orang yang selalu berusaha membawa keceriaan dalam keluarga kami. Melihat kondisi tersebut, akupun mencoba menawarkan solusi untuk aku ajak ke Salatiga dan berobat kesana. Disana ada Rumah Sakit khusus THT yang cukup terkenal. Kalau tidak salah, namanya RS. ASYIFA. Dokternya Bu Supartinah, salah satu dokter senior di Salatiga. Karena hasrat ingin sembuhnya sangat tinggi, ibupun menurut dibawah kemana saja. Dan akhirnya kamipun dibawah ke salatiga. Ibuku melakukan serangkaian tes medis dan akhirnya dokter sepuh itupun mengatakan "Bu.. Ibu ini sehat-sehat saja. Tidak sakit apa-apa". Ibuku pun tercengang dan mengatakan "Ndak sakit gimana Bu? Lha wong dengingan ini semakin keras saja..".

Dokter sepuh itupun menjelaskan dengan sabar.. Bahwa yang diderita ibuku itu namanya adalah PRESBIKUSIS. Itu adalah gangguan pendengaran usia tua. Bahkan dokter itupun mengatakan bahwa diapun telinganya berdenging. Tapi dia cuekin saja. Karena itu adalah gejala alamiah untuk orang usia lanjut. Seperti rambut kepala yang mulai memutih, kulit wajah yang mulai berkerut, bahkan juga punggung yang serasa mulai bongkok. Itu adalah gejala alamiah yang tidak perlu dirisaukan. Dokter itupun minta pada ibuku untuk "cuek saja" ketika dengingan itu muncul. Katanya "Bu, dengingan itu terasa semakin keras, karena ibu mencarinya. Ibu merasa-rasakan dengingan itu.. Sehingga yang terjadi adalah bahwa dengingan itu seperti semakin keras saja. Ibu harus cuek.. Sabar.. Maka lama-lama denginan itu akan seperti tidak terdengar..". Meski masih terasa mengganjal, namun lambat laun ibu mulai bisa menerima saran-saran dokter.

Akupun mulai googling dengan kata kunci "Presbikusis". Dan ini adalah sekilas tentang hal tersebut. Presbikusis adalah gangguan pendengaran karena proses penuaan. Pada orang lanjut usia terjadi proses degeneratif pada organ pendengaran sehingga terjadi kemunduran sel-sel dan penurunan elastisitas membran. Disamping itu, terjadi pula gangguan pasokan darah pada otak sehingga orang lanjut usia akan mengalami gangguan pendengaran di mana yang pertama terkena adalah pendenagaran bunyi dengan nada tinggi selanjutnya diikuti dengan gangguan pendengaran bunyi nada rendah. Gejala klinis Presbikusis adalah pendengaran berangsur-angsur berkurang, bila suara diperkeras atau berteriak menyebabkan sakit telinga, sulit memahami percakapan terutama pada lingkungan bising, dapat mendengar tetapi tidak paham (diskriminasi ucapan), sulit mendengat nada tinggi “s” dan “th”, lebih mudah mendengar suara pria ketimbang wanita dan ada suara berdenging (tinnitus).

Lalu bagaimana mengatasi Presbikusis? Mungkin benar kata Dokter Supartinah. "Cuekin saja". Karena itu adalah gejala alamiah yang tidak bisa dihindari semua orang. Seperti kita yang men-cuek-in rambut memutih dan kulit keriput saat usia mulai beranjak senja. Seperti juga kata Bondan Prakosa dalam lagunya "YA SUDAHLAH"..  Ibuku sayang, biarkan saja dengingan itu lewat.. Atau bahkan jadikan sahabat yang mengisi hari-hari, dan nanda percaya, dengingan itu nanti akan hilang..
Sulit memang.. Tapi Ananda yakin, ibu pasti bisa.....

****
Sekarang, dua tahun sudah berlalu. Puji Tuhan, keceriaan ibupun telah kembali dalam kehidupannya. Ternyata benar tentang presbikusis itu. Resepnya satu.. "Cuekin Saja" dan lama-lama dengingan itupun lenyap tak berbekas.. Terima kasih Tuhan.. Ibu yang ceria itu kini telah kembali..

Pojok Cerita lainnya :

Saturday, 19 January 2013

Putri Kodok dan Sang Programmer

Pagi hari yang cerah. Terlihat seorang laki-laki sedang berjalan di tepi sungai. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seekor katak yang melompat menghadang perjalanannya. Dan lebih aneh lagi, katak itu bisa bersuara, "Mas.. Bawalah aku pulang." Laki-laki tadi berhenti. Dengan terheran-heran, Ia mengambil katak tersebut dan membawanya pulang ke rumah.
Sesaat sesampainya di rumah, sang katak berkata, "Mas, jika Anda mencium saya, saya akan menjelma menjadi putri cantik.." Laki-laki itu pun mengeluarkan si kodok, tersenyum padanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Sesaat kemudian kodok itu pun kembali berkata, "Jika Anda mencium saya dan saya kembali menjadi seorang putri, saya akan menjadi teman kencan Anda selama seminggu penuh." Lagi-lagi ia melihat si kodok, namun ia hanya tersenyum simpul.

Dan sekali lagi si kodok merayu, "Baiklah, baiklah. Ciumlah saya, dan saya akan menemani Anda selama setahun dan akan melakukan apapun yang Anda minta." Ketika ternyata si laki-laki hanya melakukan hal yang sama, si kodok menjadi sewot, "Hey Mas, Anda ini punya kelainan, ya? Kan saya sudah bilang saya ini sebenarnya seorang putri cantik dan saya akan melakukan segala keinginanmu."

Akhirnya si laki-laki itu menjawab, "Kodok, saya ini seorang programmer yang sibuk. Hari-hari saya sibuk di depan komputer.. Nggak ada waktu buat kamu. Kamu saya ajak pulang ini, supaya tetep jadi kodok dan suaramu bisa menemani saya coding.. Maafkan aku ya....". Dan putri kodok itu hanya bisa menyeringai.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Yup... mungkin itu adalah sebagian dari "realita" kehidupan seorang programmer sejati. Nge-time di depan komputer, dan kalau sudah begitu bisa lupa makan, lupa minum dan bahkan lupa keluarga... Ketika otak telah terseret dengan coding bla.. bla.. bla.., saat itu juga sang programmer seakan berada di alam bawah sadar. Di situ ia merasakan "kenyamanan" dan "kepuasan batin" yang sulit diukur. Dan kepuasan itu adalah gajah yang berada di pelupuk mata, yang menghalangi pandangannya dari realitas-realitas kehidupan yang lain.

Istri yang memanggil makan, dianggapnya sebagai sebuah virus yang harus segera di scan dan heal.. Alarm anti virus-pun berbunyi  "Jangan ganggu saya !!! ”. Anak yang datang hanya sekedar ingin meminta perhatian dari sang ayah, buru-buru di helanya. "Sana main dulu, papa sedang sibuk.. ", katanya.. Hanya saja, ketika tiba-tiba mak “pet...” Lampu PLN mati. Barulah sang programmer tersentak dan kembali mendarat di alam atas sadarnya. Dan saat itu, ia mendekati istrinya dan berkata “Maafkan Papa ya, Mi.... Makan yuuk !!”.

Terkadang saya begitu... hehehe.. Bagaimana dengan Anda?

Friday, 11 January 2013

Aku Jatuh Cinta (Lagi)


Saya jatuh cinta lagi. Hemm.. rasanya aneh.. Apakah ini puber kedua? Entahlah.. Mungkin banyak orang menyebut seperti itu.. Dulu saat bujangan, saya merasakan bahwa cinta adalah sesuatu yang agung, aneh, ajaib, dan bahkan terkadang sanggup memporak-porandakan perasaan hati. Karena kini saya tidak lagi muda, sudah menikah dan punya dua anak, maka jatuh cinta kali ini terasa berbeda.

Hemm.. saya memang sedang jatuh cinta lagi pada wanita ini. Dia adalah mantan pacar saya. Yang sekarang juga menjadi istri saya. Ibu dari anak-anak saya.. Tapi semua itu bukan hanya soal seks.. Ini adalah tentang rasa yang sulit untuk dinungkapkan dengan kata-kata.

Dan Tuhan pasti tahu, saya benar-benar berterima kasih pada wanita ini. Wanita yang membangunkan saya ketika saya jatuh terpuruk. Yang memapah tubuh ini ketika tak mampu lagi melangkah. Dan untuk saya, segala yang ada padanya adalah kebaikan. Tentang kekurangannya? Toh, saya adalah manusia biasa, bukan orang yang sempurna. Dan saya tahu, banyak "pengorbanan" dan kompromi (pada dirinya sendiri) yang telah telah dia lakukan untuk tetap bisa menghormati dan menghargai saya. Jadi untuk apa pula saya menuntut padanya? Hanya terkadang di sela-sela kesibukannya mengurusi anak-anak dan rumah tangga, saya merasa "dinomor duakan". Kali itu saya merasa cemburu. Tidakkah dia tahu bahwa saya sedang jatuh cinta lagi? Bahkan lebih "mati-matian" kali ini.. Saya ingin memiliki dia secara utuh. Hanya untuk saya. Atau, setidaknya, sebentar sajalah.... :-)

(Inspired by C. Gumilang-Femina)

Pojok Cerita lainnya :

Thursday, 8 December 2011

Mbah Surip dan Isteriku

Beberapa hari yang lalu saya sempet sedikit "otot-ototan" sama isteri.. Gara-garanya seperti biasa. Isteri sedikit tegangan tinggi karena melihat aku di depan laptop sampai larut malam dengan hanya ditemani secangkir kopi . Maksudnya sih baik.. mengingatkanku bahwa kata dokter, manusia butuh waktu 6-8 jam untuk tidur normal setiap harinya. Tepat di saat yang "genting" itu, di TV muncul tayangan infotainment yang menampilkan wawancara eksklusif dengan MBAH SURIP. Kebetulan saat itu mbah Surip ditanya "Apa resep Mbah Surip untuk menjaga kesehatan?". Dan jawabnya sungguh diluar dugaan. Resep menjaga kesehatan mbah Surip adalah "Kurangi Tidur dan Perbanyak Minum Kopi.."

Hahahaha... aku pun tertawa ngakak ala mbah Surip. Dan langsung aku bilang sama isteriku "Denger tuh resep sehat ala Mbah Surip.. Kurangi Tidur, dan Perbanyak Minum Kopi..". Mendengar itu, isteriku pun ngacir ke tempat tidurnya dan tidak lagi ngomel-ngomel kepadaku. Mungkin dalam hati dia marah-marah sama mbah surip yang telah menjadi "pembela" ku. Thanks mbah Surip, saat itu engkau menjadi penyelamatku.

Isteriku (dan aku) memang termasuk pecinta berat dengan lagu-lagu eyang yang satu itu. Kita juga termasuk pengagum beberapa filosofi hidup dari mbah surip yang melihat betapa sederhana-nya hidup ini. Jadi ketika "tips menjaga kesehatan" itu diluncurkan mbah Surip, isterikupun tidak banyak membantahnya. Meski aku tahu hatinya sedikit mendongkol karena merasa ada yang mbela-in aku.

Dan ketika hari ini berita mengejutkan itu kami dengar di TV, bahwa Eyang Fenomenal itu "tiba-tiba" pergi menghadap sang Khalik, isterikupun tertegun. Entah apa yang dipikirkan. Mungkin saja dalam hatinya ia bilang "Tuh pa.. Mulai sekarang papa harus perbanyak jam tidur dan kurangi minum kopi.."

Terima kasih isteriku.. aku tahu maksudmu.. :-)
Dan Selamat Jalan Mbah Surip... Bagaimanapun engkau pernah menolong aku..
Terakhir buat programmer dan facebooker Indonesia : kalau lebur harap ingat waktu.. dan tetap jaga kesehatan... peace

Pojok Cerita lainnya :

Thursday, 1 October 2009

Suatu Siang di Warung Makan Padang

1 Oktober 2009 - Selesai kuliah jam 10 pagi, perut terasa keroncongan.. Maklum semalem habis nonton Fase Group Liga Champion MU vs Wolfsburg sampai jam 4 pagi baru tidur. Untung jagoanku menang sehingga lumayan tertidur nyenyak meski cuma 2 jam. Karena jam 7 sudah harus berangkat kuliah dan melewatkan sarapan (maklum anak kost), maka siang ini rasa lapar begitu terasa.. hehe.... Setelah berpikir satu dua detik, akhirnya aku memutuskan untuk mampir ke warung makan padang deket kampus. Kebayang sudah, lezatnya masakan padang kesukaanku. Rendang, gulai gajebo, dendeng balado atau gulai kepala ikan kakap disertai sambal balado. Wuih muantab..


Masuk ke Rumah Makan tersebut, aku merasa ada yang aneh. Tidak seperti biasanya. Kulihat wajah-wajah yang "sayu" dan tidak bersemangat. Pelayan memang masih berusaha tersenyum menyambut kedatangan kami, tetapi suramnya raut wajah tidak bisa disembunyikan. Dan ketika aku baru menarik kursi untuk duduk dan pesan salah satu menu makanan favoritku, tiba-tiba HP salah seorang pelayan warung makan tersebut berbunyi. Entah kenapa, semua mata tertuju padanya. Dan setelah selesai mengangkat telpon, sang pelayan pun berkata "Ada gempa susulan.. diseputar Bundo Kandung.."

Ya Tuhan.. aku baru sadar. Aku masuk ke Warung Makan PADANG, dimana perhatian semua orang saat ini baru tertuju pada Gempa PADANG. Tentu saja mereka yang mengelola warung ini ada hubungannya dengan peristiwa gempa tersebut. Terutama dengan sanak saudara mereka yang ada di Padang.

Aku melihat semua yang berada di warung makan padang itu mendesah. Mengambil nafas dalam-dalam. Entah apa yang dipikirkan masing-masing dari mereka. Rasa laparkupun tiba-tiba hilang.. Berbaur dengan kesedihan yang mereka rasakan. Kamipun akhirnya pesan makanan ala kadarnya. Selanjutnya sambil makan, kami semua bertukar cerita. Entah mengapa tiba-tiba semua orang yang ada di Warung ini menjadi akrab. Seperti satu hati dan satu rasa. Si empunya warung bercerita bahwa keluarganya tinggal di Jalan Bundo Kandung. Tepatnya di belakang Hotel Bumi Minang di Padang. Hotel Bumi minang sendiri roboh akibat gempa 7,6 SR itu. Hotel berlantai tujuh itu kini rata dengan tanah. Sejumlah korban tewas yang tertimpa puing bangunan belum bisa dievakuasi. Tetapi untunglah keluarga mereka selamat, meski rumah rusak berat..

* * * *

Gempa.. Gempa.. Gempa..
Gempa begitu akrab dengan Indonesiaku. Gempa begitu akrab dengan saudara-saudaraku. Di Aceh, Klaten, Jogja, Jakarta, Tasikmalaya dan sekarang Sumatera barat...
Tuhan, apakah ini cobaanMu? Apakah ini hukuman-Mu? Atau, apakah ini karya agungMu, sebagai pemelihara keseimbangan alam?

Doa kami, semoga musibah ini tidak melebihi kekuatan kami untuk menanggungnya...
Amien

Pojok Cerita lainnya :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India