Let's Explore IT !

Kata mbah Bardolo, IT tidak hanya teknik.. IT tidak hanya sains..
Tetapi IT adalah juga seni, humanisme dan cinta....

Friday, 20 February 2015

Galeri : Persekutuan Komisi Dewasa GKI Klasis Magelang di Temanggung

Liputan dan Photo By : Navida W.A

GKI Klasis Magelang menyelenggarakan Persekutuan Komisi Dewasa yang diselenggarakan di GKI Temanggung bertepatan dengan perayaan imlek, 19 Februari 2015. Berikut adalah beberapa galeri yang bisa di cekibrot. O iya.. kalau mau download, gambarnya di klik dulu ya biar besar.. Baru di klik kanan, lalu Save As..  :-)

Berpose bersama Mas Adam Suseno


Full Team : GKI Tegalrejo Salatiga


Basarnas "Pandawa Lima"

Sudah mau pulang, tetep aja yang penting narsis dulu.. hehehe..


Monday, 26 January 2015

Tugas Rumah RPL [1]: Analisis Pemilihan Model Pengembangan Software

Lakukan analisa terhadap pemilihan model pengembangan perangkat lunak, dengan melihat perbandingan 3 model yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu Waterfall, Evolusioner dan Spiral Boehm. Tugas dikumpulkan pada hari Senin, 1 Februari 2016, sebelum jam 11 malam.

Tugas dapat di kirim ke alamat email
teguhsalatiga@yahoo.com dengan diberi subject : Tugas Rumah RPL 1 (Nim 1 dan Nim 2).

Contoh subject : Tugas Rumah RPL 1 (562011001 dan 562013006)

Tugas bisa di download disini..


Saturday, 27 December 2014

Pagelaran Wayang Kulit "Dawud-Batsyeba" dalam Perayaan Natal 2014 GKJ Sidomulyo Wilayah Gesi

Liputan dan Foto oleh : Navida W.A


Ada yang berbeda dalam perayaan Natal 2014 Gereja Kristen Jawa Sidomulyo Wilayah Gesi Sragen kali ini. Pembeda itu bernama "Pagelaran Wayang Kulit Rohani", atau yang dikenal dengan Wayang Wahyu yang dipentaskan selama kurang lebih 3 jam di sela-sela perayaan Natal tersebut.
Pagelaran wayang kulit ini diberi judul "Dawud - Betsyeba" dan digelar oleh Ki Dalang Juworo Bayu Kusumo, seorang dalam muda dari padepokan Institut Seni Indonesia Surakarta.
Ki Juworo Bayu Kusumo sendiri adalah juga salah satu warga GKJ tersebut, putra dari pasangan seniman kondang Mbak Sri Harjutri dan Mas Budi Sutopo. Pagelaran wayang kulit ini mendapat perhatian warga sekitar, terbukti dari banyaknya tamu undangan yang cukup antusias menikmati aliran cerita yang disajikan sampai ke penghujung acara.

Penampilan Dalang Cilik Alfeus Jagad Hartakusuma

Satu hal yang cukup menarik perhatian adalah tampilnya dalang cilik Alfeus Jagad Hartakusuma yang mengawali pagelaran Wayang Rohani tersebut. Alfeus adalah putra Mas Dwi Hartoyo, salah seorang alumni Sekolah Minggu Elisa, GKJ Pepanthan Gesi. Dalang cilik berusia 6 tahun tersebut ternyata cukup terampil dan trengginas memainkan wayang, sehingga menuai banyak pujian dari para penonton.
Ki dalam cilik Alfeus Jagad Hartakusuma
"Hebat.. Luar biasa.. Iki jenenge nguri-uri budaya Jawa tenan.." Pak Waidi, ketua panitia berdecak kagum setelah penampilan Feus selesai.
"Lha nek ning ngomah ki nyekel wayang rung jejeg lho.. kok ning kene malah wis apike kaya ngono.." ucap Bu Parjo, nenek Alfius.
"Itu namanya berkat Tuhan Bu.. Pas tampil kanggo Gusti, mesti bakal di jejeg-ne Gusti.." kata Bu Warni, penonton yang lain menanggapi.

Prabu Dawud dan Batsyeba dalam Gelaran Wayang

Pagelaran Wayang Daud-Batsyeba ini dibuka dengan sebuah abstraksi oleh Bapak Pendeta Ely Subagyo, Pendeta GKJ Sidomulyo Sragen. Sebuah kidung pambuka dilantunkan dengan merdu oleh Pak Ely, sebelum pagelaran ini dimulai.

Cerita Wayang Dawud - Batsyeba sendiri, diawali dengan  adegan Prabu Dawud yang mengutus Senopati Uria untuk pergi berperang melawan musuh-musuh Israel. Daud mengirim Uria ke barisan paling depan dalam pertempuran yang paling hebat. Sayang sekali, hasrat Daud mengirim Uria tersebut, bukan karena penghargaan atas kehebatan dan keberanian Uria sebagai Prajurit Israel, melainkan terselip niat jahat, agar Uria mati dan istrinya yang cantik, yang bernama Batsyeba dapat ia miliki.

Sebuah Adegan dimana Daud bertemu Betsyeba 
Harapan Prabu Dawud pun terpenuhi. Uria pun gugur dalam sebuah pertempuran hebat. Ia gugur sebagai pahlawan Israel. Ketika didengar Batsyeba, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu. Dan setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya untuk dijadikannya isteri. Tetapi tentu saja hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

Melalui Nabi Natan, Tuhan-pun menegur Prabu Dawud, bahwa atas kesalahan yang dilakukannya, maka malapetaka akan ditimpakan kepada Sang Prabu, yang datang dari kaum keluarganya sendiri. Dawud-pun bertobat dan menyesali dosa yang telah diperbuatnya. Tetapi hukuman Tuhan tetap datang. Anak yang dilahirkan Batsyeba dari hasil perbuatan jahat itupun sakit dan akhirnya mati, Kemudian Absalom, anak Dawud yang lain, memberontak dan mengusir Dawud dari istananya. Meski pada akhirnya Absalom mati dalam sebuah pertempuran dengan Yoab, sang panglima Dawud. Yoab menghabisi Absalom dengan tusukan lembingnya ketika sang Pangeran sedang tergantung di sebuah pohon yang bernama Tarbantin. Kematian Absalom ini membuat Dawud merasa sedih sehingga ia meratapi kematian anaknya itu, sekaligus meratapi dosa-dosanya.

Warga yang menyaksikan sangat antusias sampai penghujung acara
Refleksi Natal : Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga

Cerita dalam Wayang Rohani tersebut merefleksikan sebuah keluarga yang "hancur" ketika mengesampingkan Allah dalam kehidupannya. Prabu Dawud yang meninggalkan Allah, melanggar hukum Allah, ketika memutuskan untuk merebut Batsyeba dari tangan Uria. Pada akhirnya ia memperoleh hukuman yang setimpal dari Allah yaitu kehancuran keluarganya sendiri.

Akhir kata, penulis mengucapkan Selamat Natal dan menyongsong Tahun Baru 2015, semoga damai Natal yang dari Tuhan, senantiasa melimpah dalam kehidupan keluarga kita, dan semoga kita dimampukan-Nya untuk mengalirkan kedamaian tersebut ke kehidupan orang-orang di sekitar kita.
Amin..



Saturday, 15 November 2014

'Mengejar Mata Angin' Karya Mahasiswa FTI UKSW, dipilih Goethe Institute untuk diputar di Science Film Festival 2014

Ikut senang dan bangga.. Sebuah karya komunitas mahasiswa FTI UKSW, diberi penghargaan oleh Goethe Institute Jerman, dan diputar dalam Science Film Festival di beberapa negara. Dari empatbelas film yang didominasi oleh film dari Jerman (enam film), Inggris, Prancis, Spanyol, Kanada, Cili dan Brasil,  ada dua film yang berasal dari Asia yaitu satu dari Indonesia dan satu dari Filipina. Berikut adalah kutipan berita dari situs detik.com.


Jakarta - Tercatat ada 15 buah film pendek yang nantinya akan diputar di Science film ilmu pengetahuan alias Science Film Festival 2014. Di antara film-film dari negara Eropa, terselip satu film anak negeri.

Tuan Rumah Indonesia mengusung sebuah film berjudul 'Chasing the Cardinal Direction' atau dalam bahasa Indonesia 'Mengejar Mata Angin'. Film berdurasi 5 menit itu bercerita tentang seorang petualang yang mengalami kesulitan untuk mengenali arah utara, timur, barat dan selatan.

Dengan menggunakan indikator alami, seperti matahari, pepohonan dan lainnya, sang petualang mengajarkan penonton bagiamana mengenali arah mata angin. Adalah Benang Ruwet Production (sebuah komunitas mahasiswa dari FTI UKSW Salatiga-red), rumah produksi di balik 'Mengejar Mata Angin'.

Empatbelas film lainnya didominasi oleh film dari Jerman yang menurunkan enam film. Dari Asia sendiri, Indonesia ditemani oleh Filipina, sisanya tersebar di Inggris, Prancis, Spanyol, Kanada, Cili dan Brasil. Film-film yang diputar di Science Film Festival 2014 tidak hanya untuk dinikmati begitu saja, tapi juga dilombakan. Ada enam kategori penghargaan yang diberikan dengan hadiah berupa uang 1,000 sampai 3,000 Euro.

Kategori penghargannya adalah, 'The Visual Craftmanship Award (Penghargaan Efek Visual)', 'The IPST Education Awards (Penghargaan Pendidikan IPST)', 'The Ecofilmprize (Penghargaan Film Isu Ekologis), 'Mercedes-Benz Science Film Award (Penghargaan Film Teknologi), 'The Siemens Discovery Award (Penghargaan Promosi Pembelajaran Sains) dan 'The Prize of the Jury (Penghargaan Film Terbaik oleh Juri).

Science Film Festival 2014 akan mulai digelar tertanggal 13 sampai dengan 28 November 2014.

Liputan M Iqbal Fazarullah Harahap - detikhot, Kamis, 13/11/2014 15:26 WIB.

Friday, 31 October 2014

[Kuliah PKI Bab 6] Tentang Menulis Laporan Kerja Praktek

Materi Kuliah Penulisan Karya Ilmiah
Picture from
http://www.ethicscan.ca


Menulis laporan pada dasarnya adalah menulis hasil akhir dari suatu kegiatan, yang dalam hal ini konteksnya adalah kegiatan ilmiah. Laporan yang ditulis harus memuat informasi sedetail mungkin, sehingga pembaca mengetahui kemampuan penulis laporan dalam menuliskan laporannya. Suatu laporan juga harus ditulis selengkap mungkin agar dapat diperoleh informasi yang lengkap pula.
Sebagai contoh ketika Anda menulis Laporan Kerja Praktek, maka penulisannya harus lengkap menggambarkan pekerjaan apa yang Anda lakukan di dalam Kerja Praktek tersebut. Sebagus apapun pekerjaan Anda, tetapi jika di dalam laporan tidak Anda tulis maka jelas dosen pembimbing tidak akan mengetahui hal tersebut, karena pembimbing akan menilai kualitas KP Anda dari Laporan yang Anda tulis. Jadi jelas bahwa menulis sebuah laporan haruslah lengkap, mampu menggambarkan secara keseluruhan apa yang telah dikerjakan dalam suatu kegiatan.

Menulis Laporan Kerja Praktek
Kerja Praktek merupakan matakuliah yang bertujuan untuk memampukan mahasiswa untuk mempraktekkan teori-teori yang telah diterima dalam bidang komputer dan informatika ke dalam kasus-kasus nyata yang dibutuhkan organisasi atau perusahaan. Kerja praktek juga bertujuan agar mahasiswa memperoleh pengalaman sesuai dengan kompetensinya yaitu berkaitan dengan pembuatan sistem yang baru atau perubahan dan  pengembangan sistem  berbasis komputer di Perusahaan, Instansi Pemerintahan, dan Lembaga Pendidikan.

Berikut adalah beberapa aturan main Kerja Praktek.
  • Kerja Praktek dilaksanakan setelah semua matakuliah diambil.
  • Tempat Kerja Praktek berkaitan dengan bidang Teknologi dan Sistem Informasi.
  • Tempat kerja praktek dapat diusahakan oleh fakultas maupun mahasiswa sendiri dengan  sepengetahuan fakultas.
  • Kerja Praktek dilaksanakan selama 3 bulan. Bobot total kerja praktek adalah 3 sks.
  • Mahasiswa wajib menyerahkan laporan kerja praktek ke Program studi setelah kerja praktek dilaksanakan, selambat-lambatnya 1 bulan setelah itu ATAU sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Progdi.
  • Laporan kerja praktek diterima jika : (a) memenuhi pedoman penulisan yang ditetapkan program studi; dan (b) sudah dilampiri surat keterangan dan surat evaluasi kerja praktek dari perusahaan tempat KP.]
Beberapa kegiatan Mahasiswa dalam Kerja Praktek :
  • Terlibat dalam pembuatan dan pengembangan aplikasi/program yang mendukung proses bisnis perusahaan tempat KP.
  • Terlibat dalam desain dan pengembangan sistem jaringan komputer.
  • Terlibat dalam problem solving dari setiap masalah yang terjadi di lingkup Teknologi Informasi.
  • Mempelajari dan memahami proses usaha yang terjadi dalam perusahaan tempat ybs menjalani KP dan menyumbangkan pemikiran-pemikiran atau terobosan baru di bidang TI untuk menyempurnakan sistem yang sudah ada sebelumnya.
Berikut adalah format laporan kerja Praktek.

Bagian Awal
  • Halaman Sampul, 
  • Surat Keterangan KP, 
  • Lembar Persetujuan, 
  • Lembar Pengesahan, 
  • Kata Pengantar, 
  • Daftar isi
Bagian Utama
Bab 1. Pendahuluan
  • Latar belakang Pemilihan Tempat 
  • Profil Tempat Kp
  • Struktur Organisasi
  • Bidang Usaha
Bab 2. Proses Bisnis
  • Aktifitas rutin bisnis perusahaan dalam diagram alur proses bisnis
Bab 3. Pembahasan
  • Analisa proses Bisnis
  • Kegiatan Selama Kerja Praktek
  • Hasil Kerja Praktek
Bab 4. Kesimpulan dan Saran

Bagian Akhir
Lampiran : Daily and Weekly report, serta hal lain yang dibutuhkan misal dokumentasi, source code, dll

Wednesday, 22 October 2014

Akhirnya Buku "Belajar dari Sang Gunung" pun Terbit

Merapi dari sebuah sudut
Setelah hampir dua tahun terakhir terakhir bergabung dengan para peneliti senior dari Fakultas Pertanian UKSW dalam sebuah riset tentang kajian model budidaya pertanian berbasis pengetahuan dan kearifan lokal, sebuah buku kecil-pun terlahir. Berjudul "Belajar dari Sang Gunung". Berasal dari  buah pemikiran penulis dari berbagai sudut pandang dan bidang ilmu dalam memaknai pembelajaran kehidupan di seputar gunung.

Dr. Suprihati, dosen senior Fakultas Pertanian UKSW, yang juga ketua peniliti dalam pengantarnya mengatakan bahwa Gunung merupakan bagian integral dari alam kehidupan masyarakat. Gunung memberikan diri sebagai sumber materi sarana kehidupan secara langsung maupun pembelajaran filosofi tatanan kehidupan. Belajar pada Sang Gunung, belajar dari dan tentang gunung sebagai sumber kehidupan.

Bagi masyarakat gunung, kata gunung selalu memiliki daya pesona yang khas.  Secara fisik kegagahan gunung menimbulkan rasa aman, ‘berlari ke gunung’ sering diungkapkan sebagai penanda gunung sebagai benteng perlindungan. Pemazmur yang menyeru “Allahku, gunung batuku” bermakna alegoris (kias) yang berarti, Allah tempat perlindunganku. Gunung dipergunakan dalam kiasan tempat berlindung, meski terkadang gunung juga menakutkan saat yang mbahureksa gunung memuntahkan lahar dengan kedahsyatannya dan dalam jangka panjang muntahan lahar itupun merupakan wujud dari penumpahan berkat batu pasir, batu gunung dan kesuburan tanah pegunungan.

Dalam keseharian beberapa istilah juga mengait pada kosakata gunung, diantaranya nyabuk gunung, njanur gunung serta sri gunung. Sosok gunung dari jauh tampak indah setelah didekati by detail ada lembah, lurah, tonjolan, jurang yang bagi kebanyakan orang jangankan indah malahan menyeramkan, ada aura bahaya. Istilah srigunung biasanya digunakan sebagai penyandra perwajahan yang keindahannya menonjol bila dilihat dari jauh. Sri gunung dalam realita keseharian dekat dengan kesukaan mengagumi dan menikmati keindahan yang sebanding dengan keberanian menghadapi potensi bahaya dengan menyikapinya secara bijak.

Berbagai bahaya diantaranya erosi, muntahan lava, serta dampak global perubahan iklim terintegrasi di daerah lereng gunung berapi. Namun masyarakat di sekitar puncak gunung Merapi tetap merasa ‘hidup nyaman bersama ancaman’. Bagi masyarakat sekitarnya, Merapi yang berasal dari kata ‘meru’ (gunung) dan api, diyakini sebagai bagian dari kehidupan kulturalnya. Gunung dan manusia sebagai suatu kesatuan, sehingga aktivitas gunung berapi diyakini tidak akan menegakan masyarakatnya. Penguasa gunung akan mengirim utusan dan masyarakat penghuni gunung diberi kemampuan membaca sasmita tanda-tanda alam berupa asap, migrasi fauna dari atas ke bawah sebagai penanda peningkatan aktivitasnya.

Manusia adalah makluk pembelajar. Aneka mitos, cerita gugon tuhon, pengetahuan dan kearifan lokal bisa dan perlu diramu dengan kekinian untuk dipergunakan oleh masyarakat sebagai dasar adaptasi kultural penduduk. Konsep keseimbangan alam yang diterjemahkan ke dalam sistem sosial yang membatasi kerusakan alam di wilayah lereng Gunung. (Kutipan dari Bab 1 buku ini yang berjudul "Gunungan Gendul").

Tentang Buku ini

Buku ini diterbitkan oleh Griya Media, dengan ISBN nomor 978-979-729-118-1. Isi buku terdiri dari 3 bagian pembahasan utama yaitu Bagian 1 : Belajar dari Sang Gunung; Bagian 2 : Gunung, Bencana dan Perubahan Iklim; serta Bagian 3 : Budidaya Pertanian Masyarakat Pegunungan Berbasis Kearifan Lokal.

Berikut adalah bagian-bagian lengkap buku ini yang merupakan kolaborasi dari berbagai penulis dengan berbagai latar belakang ilmu.

Bagian 1. Belajar dari Sang Gunung
Bab 1. Gunungan gendul
Bab 2. Antara Gareng dan Garengpung
Bab 3. Gula Aren Kearifan Lokal Masyarakat Gunung
Bab 4. Mbrebes mili menjadi mbayu mili
Bab 5. Dam Kali Apu simbol persahabatan dengan Gunung Merapi

Bagian 2. Gunung, Bencana dan Perubahan Iklim
Bab 6. Gunung dan Pemanasan Global
Bab 7. Menyikapi Gunung yang Rawan Bencana
Bab 8. Teknologi Informasi untuk Pemetaan Risiko Bencana

Bagian 3. Budidaya Pertanian Masyarakat Pegunungan Berbasis Kearifan Lokal 
Bab 9. Profil Masyarakat Pegunungan dan Pengetahuan Pertanian
Bab 10. Budidaya Pertanian Berbasis Kearifan dan Budaya Lokal
Bab 11. Model Adaptasi Budidaya Pertanian Terhadap Perubahan Iklim

Klik disini untuk lihat detail Identitas Buku.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India