Let's Explore IT !

Kata mbah Bardolo, IT tidak hanya teknik.. IT tidak hanya sains..
Tetapi IT adalah juga seni, humanisme dan cinta....

Sunday, 31 May 2015

16 Dosen UKSW Mendapatkan Australia Awards Fellowship 2015

Untuk ketiga kalinya Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Australia dalam peningkatan mutu dosen melalui program Australia Awards Fellowship (AAF) Tahun 2015 “Building Pedagogical and Content Knowledge in Teacher Educators  - Indonesia”. Tahun ini, sebanyak 14 dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan 2 dosen Fakultas Teknologi Informasi (FTI) mengikuti program yang berlangsung sejak 20 April sampai dengan 15 Mei lalu di University of the Sunshine Coast Queensland, Australia.

Program AAF diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan konten pedagogik bagi dosen lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan, guna meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia Timur.  Beragam kegiatan seperti tatap muka, workshop aplikasi teknologi informasi pendidikan serta studi lapangan ke sekolah dasar, sekolah lanjutan dan pendidikan inklusi mengisi rangkaian program AAF. Akhir dari program ini para dosen diharapkan mengembangkan kompetensi pedagogik bagi guru-guru Indonesia Timur di provinsi Nusa Tengara Timur, Papua dan Papua Barat melalui distance learning.

University of The Sunshine Coast sebagai penyelenggara program, merupakan salah satu universitas berbintang 5 di Australia dalam bidang mutu pembelajaran. Program ini difasilitasi tenaga ahli dan berpengalaman dalam bidang literasi dan numerasi, serta aplikasi teknologi pendidikan.
Rangkaian kegiatan AAF 2015 ditutup oleh Professor John Bartlett, Dekan Faculty of Science, Health, Education and Engineering, University of The Sunshine Coast (15/5). Dalam sambutannya, John Bartlett mengucapkan selamat kepada semua peserta atas keberhasilan dalam menyelesaikan program ini, sekaligus berharap agar ke depan dapat terus meningkatkan kerjasama antara USC dan UKSW pada khususnya dan kerjasama bilateral Australia dengan Indonesia pada umumnya.
Sementara itu Pembantu Rektor III UKSW, Arief Sadjiarto, SE., M.Pd, yang juga menjadi salah seorang peserta program AAF dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.


“Khususnya Pemerintah Australia sebagai penyandang dana, University of The Sunshine Coast sebagai penyelenggara dan juga Willi Toisuta & Associates yang telah banyak membantu terutama dalam perencanaan dan persiapan kegiatan serta universitas yang telah memberikan ijin kepada kami untuk mengikuti program ini,” imbuhnya. Arief Sadjiarto, SE., M.Pd yang juga dosen FKIP ini berharap pembelajaran yang sudah diterima dapat diterapkan ke dalam pembelajaran di UKSW dan di Indonesia timur.

Dosen FKIP peserta program ini adalah Adi Winanto,S.Pd.M.Pd, Herry Sanoto, S.Si.,M.Pd, Lanny Wijayaningsih, S.Pd, M.Pd, Novisita Ratu, S.Si., M.Pd, Nyoto Harjono,M.Pd, Stefanus Christian Relmasira, S.Pd., MSEd, Wahyudi, S.Pd, M.Pd, Tri Nova Hasti Yunianta, S.Pd., M.Pd. Dr. Bambang Ismanto, M.Si, Lenni Yovita, S.E., M.Si, Ika Kristianti, S.E., M.Akt, Sunardi, S.Pd., M.Pd,  Eunice Widyanti Setyaningtyas, S.Pd dan Arief Sadjiarto, SE., M.Pd. Sedangkan dosen FTI yang mengikuti program ini adalah Angela Atik Setiyanti, S.Pd. dan Teguh Wahyono, S.Kom., M.Cs.

Sumber : www.uksw.edu

Wednesday, 20 May 2015

[Kuliah Web Dasar] Download Materi

Website atau lazim disingkat web adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses di seluruh dunia selama terkoneksi dengan jaringan internet. Sementara internet sebagai sebuah jalur komunikasi, merupakan jaringan global yang menghubungkan suatu network dengan network lainya di seluruh dunia. Internet memiliki aturan yang disebut dengan protocol, yaitu TCP/IP sebagai  penghubung antara jaringan-jaringan yang beragam di seluruh dunia untuk dapat berkomunikasi.

Berikut ini adalah materi-materi dalam kuliah Pengembangan web dasar :
  1. Konsep Dasar Pemrograman Web
  2. Pengenalan HTML
  3. Mengelola Layout dengan CSS
  4. CSS Background
  5. Java Script untuk Pemrograman Dinamis
  6. Proyek Pengembangan Web  Dasar




Tuesday, 19 May 2015

Bersama City Cat, Menyisir Brisbane River

Setelah hampir tiga minggu kami tinggal di Sunshine Coast, akhirnya kesampaian juga menjajal Brisbane yang merupakan ibu kota negara bagian Queensland. Perjalanan dari Sunshine Coast ke Brisbane ditempuh kurang lebih satu setengah jam. Bus Pariwisata yang membawa kami turun di sebuah taman kota yang disebut dengan New Farm Park.

Rombongan AAF memasuki area New Farm Park
New Farm Park merupakan sebuah taman seluas 15 hektar yang menjadi lokasi sebuah pusat budaya, taman bermain, pasar, taman bunga, dan ruang terbuka yang bersih dan hijau. Disana-sini terdapat pohon-pohon rindang peneduh suasana.  

Sebuah Prasasti yang berada di area taman
Menurut sejarahnya, di awal abad ke-19, areal ini merupakan area pemukiman baru yang didirikan bagi para narapidana, namun pada perkembangannya diubah menjadi area balap kuda, sebelum akhinya kini menjadi sebuah taman umum. Dan dari taman New Farm inilah, penyisiran kota Brisbane dimulai. Dari sini kami naik sebuah Fery yang disebut dengan City Cat, dan mulai menyusuri Brisbane River

City Cat stand by di Terminal New farm
Port-port semacam ini ada di sepanjang Brisbane River
Kota Brisbane memang dilalui oleh sungai yang disebut Brisbane River. Menurut catatan Wikipedia, sungai ini memiliki panjang sekitar 214 mil atau 344 kilometer. Mengingat panjangnya sungai yang melalui tengah kota, maka pemerintah menghidupkan moda transportasi air dengan menggunakan Ferry Cepat yang disebut dengan City Cat. Konon City Cat ini menghubungkan titik-titik penting obyek wisata di kawasan Brisbane.    

Map salah satu sisi Brisbane River 
City Cat-pun bergerak perlahan menyusuri Sungai. Kami pun mengambil posisi paling "strategis" untuk mengabadikan setiap momen yang ditemui disepanjang perjalanan.

Take a picture with Maya dan Riani, putrinya. Oh, ada Bu Atik dan Rossy juga.. hehe 
Dan mulailah satu demi satu pemandangan indah terpampang di sepanjang jalan yang dilalui sang City Cat.

Salah satu sudut kota Brisbane yang khas dengan banyak jembatan
Baru sekira 5 menit perjalanan, kami sudah bertemu dengan jembatan Story Bridge Brisbane yang terkenal itu. Menurut cerita, Story Bridge ini dibangun oleh arsitek yang sama yang mendesain Sydney Harbour Bridge yang fenomenal itu. 

Story Bridge Brisbane
Selanjutnya City Cat bergerak melewati Kangaroo Point Cliffs. Konon tempat ini merupakan salah satu titik dimana kita dapat melihat pemandangan terindah Brisbane yang unik dan eksentrik.  

Kangaroo Point Cliffs
Kangaroo Point Cliffs ini merupakan tebing alami tegak lurus setinggi lebih dari 30 meter yang berasal dari rhyolite lava atau batuan vulkanik. Sehingga tidak aneh jika tempat ini juga menjadi tempat berlatih bagi para pemanjat tebing Australia.

Salah satu sudut kota yang lain
Bersama City Cat menyusuri Brisbane River, memberikan gambaran bahwa betapa penting dan terawatnya sungai di kota ini. Bahkan saya sempat berfikir bahwa mungkin hanya orang kaya yang bisa tinggal di tepi sungai di Australia. Berbeda dengan pengalaman di Indonesia, dimana mereka yang tinggal di tepi sungai identik dengan golongan kelas bawah.

Jembatan besar Brisbane lainnya
Brisbane Wheel
Senada dengan hal tersebut, Republika (2014) pernah menulis bahwa sungai bagi masyarakat Australia sungai adalah “halaman depan” sehingga harus dijaga dan dirawat. Sementara mungkin saja kita di Indonesia masih menganggap bahwa sungai adalah “halaman belakang” sehingga boleh menjadi tempat pembuangan sampah. Saya hanya berharap mudah-mudahan ke depan masyarakat Indonesia bisa lebih bijak memperlakukan sungai-sungai kami.

Terminal Southbank
Layanan River Tour
Dan akhirnya perjalanan kami bersama City Cat pun harus berakhir di terminal South Bank, mengingat tujuan utama kami adalah menuju ke Brisbane Square dan Queen Street Mall, dimana pusat oleh-oleh berada. Maklum, waktu kami berada di Australia tinggal seminggu lagi dan saatnya memikirkan oleh-oleh buat sanak saudara yang berada di Indonesia. 

Brisbane, 9 Mei 2015.

Friday, 17 April 2015

Menikmati Sekilas "City in The Garden"

Lumayan.. Perjalanan ke Brisbane kali ini transit di Singapore. Dapat Free Voucher $40 yang dapat digunakan untuk apa saja di Bandara. Dan dapat city tour gratis lagi.. Menurut bagian informasi Bandara, City Tour tersebut diberikan bagi penumpang yang transit di Changi Airport lebih dari 5 jam. Dan biasa.. Indonesian style.. paling senang jika mendapat yang berbau gratisan... terutama saya lho.. hehe..

Dan mulailah kami serombongan (bersama teman-teman yang akan menjalankan misi AAF ke Australia), menikmati sekilas indahnya kota kebun dalam City Tour itu. Dan memang tidak salah jika kota itu dijuluki "City in The Garden", karena begitu keluar dari bandara, kami langsung disuguhi dengan pemandangan hijau menyejukkan di sepanjang jalan. Pohon rindang dimana-mana, ditambah lagi bougenvile yang warna-warni memanjakan mata.

Pohon Rindang semacam ini ada di sepanjang perjalanan keluar dari Bandara

Singapore memang lagi getol-getolnya melakukan penghijuan dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi setelah Singapore’s Urban Redevelopment Authority menginisiasi program penghijauan yang disebut dengan Landscaping for Urban Spaces and High-Rises. Program tersebut dirancang untuk mendorong pembangunan area-area hijau, tidak hanya di wilayah permukiman, tapi juga perkantoran, mal, hotel dan bahkan juga ruang-ruang terbuka lainnya.

Singapore Flyer tampak megah dari kejauhan
Bus Wisata membawa kami keliling kota Singapura. Para wisatawan dadakan pun sibuk mengabadikan pemandangan indah yang ditemui sepanjang jalan. Mulai dari Merlion Park, Singapore Flyer, Esplanade, Fullerton Bridge, ChinaTown, Little India, dan masih banyak lagi.

Sisi lain Singapore Flyer
Konon Singapore Flyer adalah kapsul pengamatan tertinggi di dunia, dengan tinggi 165 meter. Lebih tinggi 5 meter dari Star of Nanchang di China dan 30 meter lebih tinggi dari London Eye di Inggris. Singapore Flyer menawarkan pemandangan 3 negara sekaligus yaitu Singapura, Malaysia (Johor) dan Indonesia (Batam). Sayang, kami tidak sempat mampir karena memang janjinya hanya diajak berkeliling-keliling saja.. hehee...

Sang singa pun tak henti berdandan memoles diri
Kesempatan berhenti agar bisa foto-foto bersama, diberikan kepada kami di Marina Bay, tempat sang Merlion berada. Marina Bay ialah sebuah teluk dekat Central Area di daerah selatan Singapura.

Asyik Narsis di Marina Bay.. hehee..
Marina Bay merupakan pusat hiburan terpadu, yang dikembangkan oleh Las Vegas Sands. Konon pembangunan Marina Bay ini merupakan investasi tunggal paling mahal di dunia dengan biaya S$8 miliar (sekitar Rp.56 triliun). Kamipun bersyukur sempat ber-narsis bersama di kawasan ini.

Terima kasih Changi Airport :-)

Perjalanan 2 jam yang menyenangkan. Cukup membuat "wisatawan dadakan" ini memiliki gambaran tentang Singapore, Sebuah kota City in The Garden yang sejuk dan menyenangkan. Mudah-mudahan lain waktu dapat datang lagi ke tempat ini, dan tidak sekedar free city tour tentunya... :-)




Sunday, 5 April 2015

Masuk dalam 200 Ilmuwan Indonesia versi Webometrics? Ah, yang benar saja..

Hari Jumat 5 Maret 2015 kemarin, agak kaget dan sedikit terbengong-bengong ketika mendapat comment tag dari FB pak Adi Nugroho, salah satu dosen FTI UKSW yang juga penulis handal buku-buku bidang TI. Dalam tag-nya pak Adi  mengatakan bahwa saya menjadi bagian dari 500 ilmuwan Indonesia yang di rangking oleh Webometrics.  Ahh.. yang benar saja pak.. pikir saya antara percaya nggak percaya. Setelah mencoba menelusur link yang di attach pak Adi, ternyata memang Webometric sudah dan sedang menambah fitur perangkingan terhadap ilmuwan dunia yang disebut dengan istilah Top Scientist - 556 Highly Cited Researchers.

Dalam laman tersebut, Webometrics menampilkan 556 ilmuwan dunia yang karya ilmiahnya paling banyak dirujuk oleh peneliti-peneliti lain. Tak tanggung-tanggung, ada nama seperti Sigmund Freud yang dikenal sebagai bapak psychoanalysis dunia, Eugene Braunwald (American cardiologist), Ronald C. Kessler (professor dari Harvard University) dan nama-nama beken lainnya.

Ranking of Indonesian Scientist versi Webometric

Webometrics ternyata juga memasang laman yang bertajuk "Ranking of scientists in Indonesian Institutions according to their GSC public profiles". Dan yang aneh, bisa-bisanya saya masuk dalam daftar tersebut. Tertulis rangking 157 dari 500 ilmuwan Indonesia yang karyanya banyak dirujuk oleh peneliti-peneliti lain. Weew.. sama sekali nggak nyangka dan sekali lagi masih terbersit pernyataan dihati "Ah.. yang benar saja..".


Pada daftar tersebut, juga terdapat nama 2 teman dosen lain dari UKSW yaitu Pak Priyo Hari Adi (257) dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis dan Pak Adi Nugroho (95) dari Fakultas Teknologi Informasi.  Dalam penjelasan yang disampaikan Webometrics, perangkingan tersebut dibangun dengan data yang dikumpulkan selama minggu keempat bulan Februari 2015 dari public profiles peneliti yang bekerja pada lembaga-lembaga akademik dan riset di Indonesia. Webo juga menyatakan bahwa pemeringkatan tersebut masih  BETA berdasarkan Google Scholar citation database. Webometrics bahkan menyadari kemungkinan masih ada kesenjangan dalam daftar yang disampaikan sehingga mengundang peneliti untuk memberi masukan tentang hal tersebut. Webo juga akan selalu memperbaiki pemeringkatan tersebut dari waktu ke waktu.

Thomson Reuters: Riset Indonesia Sedikit, Tetapi banyak Dikutip

Mengutip catatan Thomson Reuter (2012), riset Indonesia memang masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jumlah publikasi riset Indonesia bahkan tergolong kedua terendah se-Asia Tenggara. Namun, berdasarkan jumlah riset yang disitasi, Indonesia nomor tiga se-Asia Tenggara. Hal tersebut berarti bahwa jumlah riset di Indonesia sedikit, tetapi berkualitas.
Berdasarkan jumlah citation, negara yang memiliki riset berkualitas di Asia Tenggara adalah Singapura, Filipina, dan Indonesia. Malaysia bahkan berada tergolong terendah di Asia Tenggara.
Thomson Reuters juga menganalisa bahwa riset Indonesia didominasi oleh bidang ilmu hewan dan tanaman, medis atau kedokteran, lingkungan, geologi, dan pertanian. Sementara itu, hasil riset yang paling banyak dikutip adalah bidang ilmu sosial dan humaniora, medis, pertanian, lingkungan, ekologi, dan imunologi.

Bagi saya pribadi, sebenarnya nggak terlalu penting untuk masuk atau nggak masuk dalam daftar Webometrics seperti di atas. Apalagi masih banyak peneliti-peneliti lain yang sebenarnya jauh lebih mumpuni. Mungkin karena mereka belum ter-record saja. List ini khan hanya berdasarkan Google Scholar. Jadi yang lebih penting adalah bahwa jika karya saya bisa berguna bagi orang lain saja, itu sudah sesuatu banget... :-)

:: Catatan ringan tengah dinginnya Kaki Merbabu, 6 Maret 2015 ::

Artikel Terkait :

Wednesday, 1 April 2015

Bulan Semangat Kerja UKSW : Memantik Kembali Semangat Bekerja dan Melayani

Dalam rangka meningkatkan motivasi dan semangat kerja Pegawai Non Akademik Universitas Kristen Satya Wacana, Kantor Pembantu Rektor II bekerjasama dengan Satgas Pengembangan SDM Non Dosen menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang dikemas dalam agenda “Bulan Semangat Kerja”. Rangkaian kegiatan tersebut digelar dari tanggal 11 Maret - 10 April 2015, yang meliputi Seminar Motivasi Kerja (tanggal 11 Maret 2015), Workshop Kepemimpinan (tanggal 20 Maret 2015), Pelatihan Office Administration (Tanggal 27 Maret 2015) dan  Pelatihan Optimalisasi Penggunaan Internet dalam Pekerjaan (tanggal 10 April 2015).

Workshop Kepemimpinan, salah satu agenda Bulan Semangat Kerja, 20 Maret 2015 (Dok : Humas UKSW/Upik)
Bulan Semangat Kerja secara resmi dicanangkan oleh Rektor Prof. Dr. (HC) Pdt. John A. Titaley, Th.D dalam sebuah Seminar Motivasi dan Profesionalisme (11/3) lalu. Dalam sambutannya, Rektor mengungkapkan harapannya agar dengan diadakannya kegiatan ini, dapat menambah semangat kerja dan meningkatkan pelayanan pegawai non akademik dilingkungan UKSW.

Seminar Motivasi dan Profesionalisme yang menjadi pembuka kegiatan, menghadirkan pembicara Paulus Winarto dari The John Maxwell Team. Diadakan di Balairung Universitas, Paulus membawakan materi “Moving Forward, Menjadi Pribadi yang Lebih Baik, Lebih Bermanfaat, Lebih Sukses”.  Dalam pemaparannya, Paulus Winarto memberikan kunci untuk menjadi seorang pribadi yang lebih baik.  Disebutkan Paulus beberapa diantaranya adalah meng-upgrade diri, menjaga karakter, melampaui ekspetasi dan menjadikan setiap hari berarti.

Jangan Melayani dengan "Nggrundel dan Mrengut"

Teguh Wahyono, Pembantu Rektor (PR) II UKSW, menjelaskan, bulan semangat kerja ini diadakan paling tidak untuk memantik kembali "semangat kerja" para pegawai non akademik di UKSW. “Dalam kehidupan, wajar jika terjadi pasang surut semangat dalam bekerja. Untuk itu kegiatan ini setidaknya dapat memantik kembali semangat kerja para pegawai yang mungkin mulai menurun. Bagi yang masih semangat, agar terus ditingkatkan sesuai dengan tema kegiatan : Semangat bekerja, semangat melayani, untuk hari depan yang lebih baik.. Ayo semangat! Semangat!” tutur Teguh.

Teguh memiliki harapan, agar agenda ini berjalan rutin. Menurutnya, peningkatkan kembali semangat kerja pegawai non-akademik merupakan tanggungjawab PR II di pengembangan SDM. Adapun, pegawai non-akademik itu terdiri dari pegawai staf dan karyawan dari Bagian Adminstrasi dan Registrasi Akademik (BARA), Biro Manajemen Kampus (BMK), Keamanan dan Ketertiban Kampus (Kamtibpus), Biro Teknologi dan Sistem Informatika (BTSI), Perpustakaan Universitas Notohamidjojo, serta Tata Usaha dan Pegawai Adminstrasi setiap fakultas/unit. Namun, khusus bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yaitu poliklinik, petugas keamanan dan petugas parkir tidak mengikuti kegiatan tersebut. Teguh juga menuturkan, pegawai non-akademik bekerja bukan untuk melayani diri sendiri, melainkan melayani kebutuhan orang banyak. “Lakukanlah pelayanan itu dengan baik, jangan melayani dengan nggrundel dan mrengut (bersungut-sungut dan cemberut – red)!” tambahnya, diikuti gelak tawa.

Danang Tri, pegawai Gedung Adminstrasi Pusat (GAP) UKSW bagian Nilai, Ijazah, dan Wisuda, menyatakan senang dengan pelatihan ini. Danang mengungkapkan, bahwa dulu pernah ada pelatihan di Bandungan, namun setelah itu tidak ada lagi. “Kalau cuma semangat tok, ndak maksimal. Saya berharap, agenda seperti ini bukan hanya soal semangat saja. Namun, lebih kepada kerja untuk membangun tim, karena memang ada rekan-rekan yang belum mendalami pekerjaannya,” imbuhnya.

Penyerahan kenang-kenangan ke Paulus Winarto, motivator dari John Maxwell Team.
(Dok.BTSI/Dian Mei, Sumber : Scientiarum
Silvia Suryantini, pegawai BTSI, berpendapat bahwa agenda ini adalah momen istimewa dan penyegaran bagi pegawai non-akademik. Menurutnya, pegawai juga mendapat suntikan bahwa “aku diperhatikan pimpinan”. “Pimpinan memiliki visi yang bagus. Tendensi kerja kita bukan hanya mencari kebutuhan materi, tetapi juga kebutuhan batin,” ungkapnya. Silvia juga menyatakan ketertarikannya kepada motivator, Paulus Winarto. Motivator dari John Maxwell Team Certified Member ini menjadi pembicara saat seminar, (11/03).

Ke depannya akan ada penilaian khusus terhadap kinerja pegawai non-akademik. Absensi juga akan diterapkan dengan alat sidik jari. Saat ini, alat itu sudah diuji cobakan pada ibadah tiap Senin di Balairung Universitas. 

Sumber :

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India